Translate

Selasa, 10 Juli 2012

Kerja keras


A.    Pengertian kerja keras

Kerja keras artinya melakukan suatu usaha atau pekerjaan secara terus menerus tanpa mengenal lelah. Kerja keras juga dapat diartikan suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan serius sampai tercapai suatu tujuan.
Agama islam mengajarkan umatnya agar selalu bekerja keras dalam menjalankan kehidupannya di muka bumi ini. Segala sesuatu yang dilakukan tidak dengan kerja keras, hasilnya tidak akan sempurna. Sebaliknya, seberat apa pun suatu pekerjaan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, niscaya hasilnya akan dapat diraih dengan baik.

B.    Pentingnya kerja keras
Islam menganjurkan umatnya agar mau bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, islam membenci umatnya yang hanya berpangku tangan, malas-malasan dan tidak mau bekerja mencari nafkah. Selain bekerja keras, kita juga harus berdoa kepada Allah SWT, agar apa yang diinginkan dapat terkabul.
Sebab bekerja adalah usaha lahir yang harus dilakukan manusia atau disebut juga syari’at, sedangkan berdoa adalah ikhtiar batin yang harus dilakukan manusia atau disebut juga hakikat. Pentingnya bekerja keras dan berdoa bagi manusia, disebabkan antara lain sebagai berikut:
1)    Manusia sadar akan kebutuhan hidupnya yang harus dipenuhi, agar hiup menjadi bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.
2)    Manusia dituntut untuk bersikap kreatif dan rajin bekerja, sebab tanpa bekerja seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
3)    Manusia menyadari bahwa tidak ada rezeki dan kebahagiaan yang datangnya dari langit, melainkan harus diraih dengan kerja keras, banting tulang, dan peras keringat.
4)    Manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain di luar kekuatan yang dimilikinya, sehingga hasil dari kerja kerasnya harus dipasrahkan sepenuhnya kepada keagungan Allah SWT. Oleh karena itu, manusia wajib berdoa atas semua kerja kerasnya.
5)    Manusia semakin kuat keimanannya, karena disamping kerja kerasnya juga kepasrahannya kepada kehendak terbaik Allah SWT.
6)    Manusia tidak memilih salah satunya, bekerja atau berdoa, melainkan kedua-duanya sangat penting dilakukan. Bekerja keras terlebih dahulu, kemudian berdoa memohon perlindungan dan keberhasilan.
A.    Bentuk dan contoh perilaku Kerja Keras

a.     Bentuk perilaku kerja keras
Sebagai muslim, kita harus mengetahui bentuk perilaku kerja keras, agar dapat meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Diantara bentuk perilaku kerja keras sebagai berikut.
1)    Melakukan setiap pekerjaan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati dan dengan niat ibadah karena Allah SWT.
2)    Tidak mudah patah semangat dalam melakukan setiap pekerjaan, seberat dan sesulit apa pun pekerjaan yang dihadapinya.
3)    Melakukan pekerjaan tidak tergesa-gesa, sebab pekerjaan yang dilakukan dengan tergesa-gesa tidak akan mendatangkan hasil yang baik.
4)    Tidak meremehkan setiap pekerjaan yang hanya akan mendatangkan sikap malas dan jenuh dalam bekerja, melainkan sebaliknya semua pekerjaan dipandang serius sehingga harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
5)    Mencintai pekerjaan yang sedang dilakukannya sehingga bekerja dengan sepenuh hati.

b.     Contoh perilaku kerja keras
Kisah seorang perempuan super, karena beliau adalah satu-satunya perempuan diantara 280 laki-laki yang menempati Mabna Ibnu Kholdun, salah satu unit hunian yang ada di Ma’had Sunan Ampel AL-Aly UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Betapa tidak super, seharin-harinya beliau harus membersihkan 50 kamar yang di tempati 280 orang tersebut, yang terdiri dari lantai 1 sampai lantai 3. Pekerjaan yang mulia itu dilakoninya lebih kurang 2 tahun yang lalu sejak beliau diangkat menjadi pegawai kebersihan Ma’had.
Bu Nur adalah panggilan akrabnya, nama lengkap beliau adalah Ibu Nur Chasanah, Ibu 2 orang anak yang sekarang menempati pendidikan menengah pertama dan atas. Beliau tinggal bersama suami yang sehari-harinya bekerja sebagai service elektronik dan kedua anaknya di Jl. Kol. Sugiono Gg. 05 C RT:05 RW:03 No. 186 Kelurahan mergosono Malang. Hidup yang sederhana dan bahagia beliau lakoni dengan pekerjaan yang mulia itu.
Ibu nur selalu stand by dan istiqomah dengan pekerjaannya, beliau selalu datang tepat waktu dan setiap hari pasti beliau selalu bersemangat. Lebih hebat lagi, perhatian untuk keluarga seperti menyiapkan sarapan untuk suami dan anak tercinta itu sudah siap sedia. Walaupun beliau selalu menemukan ketidakcocokan gaya hidup anak muda zaman sekarang yang memang perlu dididik untuk selalu bisa menjaga kebersihan, selalu saja ditemukan sampah dan kotoran yang berada tidak pada tempatnya. Entah pengaruh sesama laki-laki atau memang gaya hidup anak muda zaman sekarang seperti itu. Kejadian-kejadian yang beliau temui dan berhubungan dengan pekerjaannya itu tidak pernah ditanggapi dengan emosi, bahkan beliau selalu melakukan pendekatan pada penghuni mabna tersebut. Selain beliau melakukan pekerjaannya dengan tekun, ulet dan teliti, beliau juga tidak segan-segan untuk mengingatkan pada mahasiswa yang tinggal disitu.
Kerja keras beliau tidak hanya disitu saja, beliau selalu merangkul mahasiswa yang tinggal disitu untuk bersih-bersih bersama, sehingga pekerjaan yang semula berat terasa ringan akibat kerja keras dan keuletan beliau. Beliau tidak hanya kerja keras dalam bekerja saja, tetapi juga kerja keras dalam beribadah dan berdo’a, sehingga secara istiqomah ditengah-tengah pekerjaannya, beliau selalu menyempatkan diri untuk sholat dhuha, berdo’a dan membaca Qur’an.
Setelah bekerja seharian, Ibu Nur kembali kerumahnya tepatnya jam 4 sore yang dijemput oleh suaminya. Tanpa kenal lelah itulah julukan yang pas untuk bu Nur karena setelah kembali kerumah beliau memusatkan perhatiannya pada TPQ yang kebetualan beliau ngajar disana. Beliau juga aktif dalam organisasi-organisasi masyarakat. Kegiatan beliau setelah maghrib adalah dengan mengaji bersama teman sebayanya di masjid setelah itu beliau mengechek anak-anaknya dengan mengecheck keberadaan dan keadaan mereka, termasuk juga suaminya. Beliau menanyakan PR dan kegiatan yang anaknya dapatkan disekolahnya.
Karena keuletannya, beliau dipercaya untuk memegang keuangan bulanann/kas organisasi majelis ta’lim Al wardah, dan setelah beliau pegang uang itu menjadi bermanfaat dan berkembang pesat dengan di siasati untuk jualan bersama teman-teman organisasinya. Kegiatan majelis ta’lim itu menjdai agenda bulanan beliau. Ada pula agenda bulanan beliau, yakni pengajian Riyadhul Jannah. Kegiatan-kegiatan beliau mulai dari awal sampai akhir beliau lakoni dengan sukarala dan istiqomah, sehingga dengan pekerjaan itu bersama suaminya, beliau sampai saat ini masih bisa menyekolahkan anaknya samapai tingkat SMP dan SMA.
Subhaanallah, pekerjaan yang semula berat dan gajinya yang serba pas-pasan beliau lakoni dengan senang hati, ini merupakan contoh bahwa kita harus selalu bersyukur dan menerima keadaan dengan senang hati, tentunya setekah berusaha dan berdo’a. seberat apapun pekerjaan, kalau kita lakoni dengan kerja keras, ulet, tekun dan teliti insyaAllah akan menjadi ringan dan bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain. Semoga kisah ini menjadi inspirasi kita, bahwa masih banyak orang yang dibawah kita, akan tetapi mereka tidak patah semangat dengan pekerjaannya.


B.     Nilai-nilai positif dari kerja keras dalam fenomena kehidupan

Kerja keras, selain memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, juga mengandung nilai-nilai positif yang dapat mendatangkan manfaat bagi pelakunya. Di antara nilai-nilai positif kerja keras adalah sebagai berikut:
a.     Memiliki keimanan yang kuat dalam hati, sehingga tidak mudah tergoda oleh bisikan dan rayuan setan, ketika menjalankan suatu pekerjaan.
b.     Memiliki kesabaran yang kuat sehingga tidak tergesa-gesa. Tergesa-gesa merupakan perbuatan setan yang harus dihindari. Selain itu, setiap pekerjaan memerlukan ketekunan dan ketelitian, agar mendapatkan hasil yang baik.
c.      Memiliki keyakinan dalam hati bahwa bekerja yang baik sesuai ajaran Islam termasuk ibadah, yang kelak akan mendapat pahala dari Allah SWT.
d.     Senantiasa berusaha sebisa mungkin agar pekerjaan tidak akan menyimpang dari ajaran islam,sehingga selain mendapatkan hasil yang bagus juga tidak melanggar aturan agama.
e.     Selalu waspada dan bersikap hati-hati dalam bekerja, agar tidak mendatangkan kerugian, baik  bagi diri sendiri maupun orang lain.



C.     PERILAKU YANG MENCERMINKAN ORANG YANG BEKERJA KERAS

Setiap Muslim yang beriman, hendaknya berusaha membiasakan diri bersikap perilaku kerja keras. Sebagaimana diketahui, Islam telah mengajarkan kepada umatnya agar mau bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup,baik di dunia maupun di akhirat dan berusaha membiasakan diri bersikap perilaku kerja keras dalam hidupnya sehari-hari.
            Untuk dapat membiasakan diri bersikap perilaku kerja keras, ada baiknya diperhatikan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini.
a.     Biasakan bergaul dengan orang-orang yang mempunyai perilaku kerja keras. Sebaliknya, hindari pergaulan dengan mereka yang memiliki perilaku pemalas dan penghayal berat.
b.     Selalu ingat dan berpegang teguh pada aturan tata cara bekerja yang baik menurut ajaran Islam, agar dalam melakukan suatu pekerjaan tidak menyimpang atau melanggar ketentuan agama.
c.      Biasakan bersikap terbuka akan masukan, kritikan, teguran atau nasihat dari pihak manapun yang tujuannya baik, terutama yang mengingiatkan kita ketika lupa atau salah.
d.     Selalu menjaga diri dari sikap perilaku tercela, baik ketika bekerja maupun di luar waktu bekerja, sehingga akhlak seorang beriman akan tetap terjaga dari perbuatan keji dan mungkar.
e.     Selalu bersedia mengingatkan orang lain yang sedang lupa atau salah melanggar aturan bekerja, seraya melakukannya dengan cara-cara yang santun dan terhormat.
f.       Panjatkan doa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan dapat bersikap perilaku kerja keras dalam menjalani kehidupan. Sebab tidak ada kebahagiaan yang dating dari langit tanpa ada usaha dan kerja keras.
g.     Mulailah membiasakan diri bersikap perilaku kerja keras dari sekarang, agar kelak setelah dewasa menjadi orang yang sukses.


1 komentar: