Translate

Rabu, 21 Maret 2012

Puisi Tentang Tumbuhan







Mentimun

Mentimun berasal dari India
Empat ribu tahun lalu orang
sudah mengenalnya.
Tanaman ini menyebar
ke seluruh pelosok dunia,
ke barat sampai Amerika
Mentimun nama buahnya,
Yang dimakan juga buahnya,
Banyak mengandung air,
dan tumbuh merambat ke mana-mana.
Tanah yang gembur dan lunak
cocok baginya
Mentimun sering dibuat
sebagai acar.
Enak dimakan sebagai lalap.
Sering pula dibuat rujak.
Bahkan, dapat dijadikan asinan.
Tetapi, mentimun juga dipakai
sebagai alat kecantikan.
Untuk penghalus kulit,
juga sebagai pengompres
bagi orang yang sakit panas.
Mentimun juga ternyata serbaguna,
membantu manusia
menyelamatkan kebutuhannya.










Tomat


Tomat berasal dari Amerika Selatan.
Suku Inka dan Astek yang mula-mula makan tomat.
Namun, tomat baru popular kemudian
setelah abad Sembilan belas berjalan.
Air dan daging buah nya itulah yang disuka.
Bukan saja karena vitamin C-nya,
tetapi juga karena rasanya.
Tomat bermacam-macam bentuknya.
Ada yang kecil, besar, dan sedang saja.
Umumnya berwarna merah namun,
 ada juga yang kuning 
atau orange warnanya
.
Tumbuh didaerah beriklim sedang,
tidak terlampau dingin.
Dimakan saat masih segar dan sudah matang.
Tetapi, banyak juga yang disayur saat masih hijau.T
omat diawetkan dalam botol
sebagai saus, jus, atau cairan lainnya.
Tomat membuat tubuh jadi kuat dan sehat.





Buncis

Buncis enak ditumis,
enak direbus, atau di makan
begitu saja.
Juga enak buat lalap,
mendorong nafsu makan menjadi lahap.
Semua orang suka buncis,
dari presiden hingga petani.
Bahkan, orang India pun menyukai
dan memelihara bijinya
sampai tua
Biji itu mereka makan
pada musim dingin
dan musim hujan, saat
salju turun.
Buncis ada yang hijau,
ada yang kekuningan ,
dan keputihan.
Tetapi, semuanya sama
enaknya, sama segarnya, dan sama manfaatnya
Di Indonesia buncis mudah didapat,
di jalan dan restoran-restoran
Juga di warteg dan warpad
Buncis ditanam di pematang,
di tegalan, dan pinggir-pinggiran.
Buncis merupakan hasil sampingan
bagi petani sawah
juga petani tegalan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar